Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Semerbak Harum Kopi Manggarai Timur, Tercium hingga ke Eropa

Kompas.com, 10 Oktober 2022, 09:00 WIB
Markus Makur,
Wahyu Adityo Prodjo

Tim Redaksi

Data yang dihimpun Kompas.com, Belanda dan Manggarai Timur memiliki ikatan sejarah kopi sebelum kemerdekaan Republik Indonesia.

Waktu itu Belanda membuat sayembara tanam kopi di seluruh Indonesia. Sayembara itu dimenangkan oleh seorang petani di kawasan Lembah Colol, Kabupaten Manggarai Timur.

Hadiahnya, Ratu Belanda menghadiahkan Bendera Belanda kepada petani tersebut. Bendera Belanda itu masih disimpan di sebuah peti khusus di rumah keluarga tersebut. Bahkan bendera itu dianggap barang keramat oleh keluarga tersebut.

Selain produk kopi robusta dan arabika, petani di kawasan Lembah Colol juga memproduksi kopi Juria. Orang Colol menyebutnya kopi Tuang dan juga produksi kopi yellow catura.

Kopi dari Lembah Colol menjadi cikal bakal tanaman kopi di seluruh Nusa Tenggara Timur.

Jalur perdagangan kopi dari Manggarai Timur dimulai dari petani ke penadah atau pembeli lokal dijual ke pengusaha kopi di Kota Ruteng dan Borong lalu dimuat dengan ekspedisi ke Kota Surabaya, Jawa Timur melalui pelabuhan Labuan Bajo atau Pelabuhan Ende. Dari Surabaya kemungkinan besar diekspor ke luar negeri.

Andre Po'ong menceritakan, ada seorang misionaris dari Manggarai Timur yang bermisi di Negara Meksiko membawa produk Kopi Po'ong untuk diperkenalkan di Negara Meksiko. Waktu itu, misionaris itu sedang libur di Manggarai Timur. Saat kembali ke tempat misinya, ia membawa produk kopi dari Manggarai Timur.

"Sebagai pegiat kopi, saya bangga dengan produk kopi Manggarai Timur yang diperkenalkan di negara Amerika Latin. Selain itu, ada teman sesama pegiat kopi dari kawasan Colol sudah mengekspor kopi biji ke negara Eropa," ujar Andre Po'ong.

Kedai-Kedai Kopi di Pulau Flores

Pengamatan Kompas.com, kedai-kedai kopi bermunculan di sembilan Kabupaten di Flores. Minat minum kopi sangat tinggi di masyarakat Flores dan juga wisatawan asing yang berwisata di Pulau Flores.

Saat ini pasar untuk menjual kopi di sejumlah kedai Kopi di Kota Super Premium Labuan Bajo, Kota Ruteng, Kota Borong, Kota Bajawa, Kota Mbay, Kota Ende, Kota Maumere, Kota Larantuka dan Kota Lembata.

Bahkan di banyak kedai Kopi di Kupang, Ibukota Provinsi Nusa Tenggara Timur. Kedai-kedai kopi ini milik orang lokal dan pegiat kopi millenial. Bahkan orang lokal yang menjadi barista kopi.

Ini artinya bahwa Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) kopi terus meningkat dan dikelola sendiri oleh orang lokal Flores. Banyak orang lokal terjun di wirausaha kopi karena pasarnya dan pendapatnya menjanjikan peningkatan pendapatan ekonomi keluarga.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.

Halaman:

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau