Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mau jadi Suplier Kerajinan dari Kayu ke Hotel dan Restoran? Simak Penjelasannya...

Kompas.com, 3 Maret 2023, 19:36 WIB
Add on Google
Wahyu Adityo Prodjo

Editor

JAKARTA, KOMPAS.com - Di Indonesia, kerajinan tangan berbahan dasar kayu juga mudah ditemui misalnya di restoran, kafe, dan hotel. 

Jika Kamu gemar ke kafe kopi, cobalah perhatikan alas gelas kopi. Jika di restoran, ada juga talenan berbahan kayu.

Berdasarkan data dari Kementerian Perindustrian, kinerja ekspor kerajinan Indonesia pada Januari-September 2022 yang mencapai USD725,54 juta atau Rp10,6 triliun, naik 6,94 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar USD678,42 juta.

Nah potensi berbisnis kerajinan tangan apalagi untuk ekspor besar bukan? Namun, tenang. Potensi bisnis di dalam negeri pun masih terbuka lebar. 

Bayangkan saja ada berapa kafe, restoran, dan hotel yang ada di Indonesia? Tertarik untuk jadi suplier barang berbahan kayu untuk kafe, restoran, dan hotel?

Pemilik usaha kerajinan kayu dan home decor, Paragon International, Esther Cecilia (31) mengatakan, tren bisnis kerajinan kayu untuk kebutuhan kafe, restoran, dan hotel bisa jadi perhatian. 

Esther menyebutkan, restoran biasanya membutuhkan kerajinan tangan berbahan kayu untuk melengkapi coffee shop dan resto.

"Kalau misalnya restoran itu butuh nampan. Misalnya restoran sushi, buat tempat buat plating dan serving food. Kalau coffee shop biasanya butuh coffee tray," ujar Esther saat ditemui Kompas.com di sela-sela acara Inacraft 2023 di Jakarta pada Jumat (3/3/2023).

Pemilik usaha kerajinan kayu dan home decor, Paragon International, Esther Cecilia (31) memamerkan produknya di Inacraft 2023 Jakarta pada Jumat (3/3/2023).KOMPAS.com/WAHYU ADITYO PRODJO Pemilik usaha kerajinan kayu dan home decor, Paragon International, Esther Cecilia (31) memamerkan produknya di Inacraft 2023 Jakarta pada Jumat (3/3/2023).

Esther mengatakan, kebutuhan untuk hotel biasanya seputar fasilitas penunjang di kamar. Esther mencontohkan, kebutuhan misalnya gantungan kamar, alas gelas, dan nampan di tiap kamar.

"Kalau coffee shop biasanya butuhnya yang bisa di-custom sesuai ukuran. Kan biasanya pelanggan butuh yang maunya Instagramable," tambah Esther.

Esther melanjutkan, biasanya pihak hotel, restoran, dan kafe ingin supplier yang punya kualitas bagus dan kemampuan kuantitas produksi yang banyak.

"Biasanya kan kalau hotel pesannya banyak," ujar Esther.

Selain itu, Esther mengatakan, supplier kerajinan kayu harus siap untuk memberikan sampel. Sampel, lanjut Esther, dibutuhkan untuk pemesan dari pihak hotel.

"Jadi misalnya harus ada quality control dulu kalau ada kekurangan. Biasanya juga ada sampling dulu. Mereka harus approve dulu sama manajemennya," tambah Esther.

"Sampel ini enggak cuma sekali. Sampai oke baru produksi. Biasanya yang ngecek enggak cuma satu. Biasanya ada timnya," lanjut Esther.

Kemudian, pelaku usaha juga perlu memikirkan modal. Apalagi, jika menerima pesanan yang pembayarannya di belakang.

"Hotel biasanya sebulan cair pembayarannya. Pelaku UMKM juga harus siap modal kalau ada order besar. Selain itu, juga siapkan perajinnya jika ada order yang banyak," tambah Esther.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Terkini Lainnya
Bangun Ekonomi Digital Asia, Cyberport Hong Kong Gandeng Sejumlah Institusi Indonesia
Bangun Ekonomi Digital Asia, Cyberport Hong Kong Gandeng Sejumlah Institusi Indonesia
Program
Menghindari Salah Arah Alokasi Dana Desa untuk KDMP
Menghindari Salah Arah Alokasi Dana Desa untuk KDMP
Program
'TKTD' untuk Wirausaha Disabilitas
"TKTD" untuk Wirausaha Disabilitas
Program
Dapat Bantuan Alat Modern, Perajin Patung dan Miniatur di Kota Malang Kebanjiran Pesanan
Dapat Bantuan Alat Modern, Perajin Patung dan Miniatur di Kota Malang Kebanjiran Pesanan
Program
LPDB Salurkan Pembiayaan ke KDKMP Sidomulyo Jember untuk Dukung Ekspor Kopi
LPDB Salurkan Pembiayaan ke KDKMP Sidomulyo Jember untuk Dukung Ekspor Kopi
Program
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Jagoan Lokal
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Training
Kementerian UMKM Fasilitasi Legalitas dan Pembiayaan kepada 1.000 Usaha Mikro di NTT
Kementerian UMKM Fasilitasi Legalitas dan Pembiayaan kepada 1.000 Usaha Mikro di NTT
Program
Pertamina Boyong 45 UMKM Binaan ke Trade Expo Indonesia 2025
Pertamina Boyong 45 UMKM Binaan ke Trade Expo Indonesia 2025
Program
Penjualan Stagnan, Puluhan UMKM di Kota Malang Dibekali Jurus Pemasaran Digital
Penjualan Stagnan, Puluhan UMKM di Kota Malang Dibekali Jurus Pemasaran Digital
Training
Tanpa Dirigen, Orkestra UMKM Hanya Riuh Tanpa Irama
Tanpa Dirigen, Orkestra UMKM Hanya Riuh Tanpa Irama
Program
Pedagang Mengeluh Soal QRIS, Diskopindag Kota Malang Akui Tak Bisa Paksa
Pedagang Mengeluh Soal QRIS, Diskopindag Kota Malang Akui Tak Bisa Paksa
Program
Indonesia Eximbank Luncurkan Buku Strategi Ekspor Jawa Tengah
Indonesia Eximbank Luncurkan Buku Strategi Ekspor Jawa Tengah
Program
Produk Sambel Uleg Hingga Pot Tanaman dari Jawa Timur Tembus Pasar Global
Produk Sambel Uleg Hingga Pot Tanaman dari Jawa Timur Tembus Pasar Global
Program
BRI Rampungkan Pelatihan bagi Pengelola 100 Desa BRILiaN
BRI Rampungkan Pelatihan bagi Pengelola 100 Desa BRILiaN
Program
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau