Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Simak 4 Tips Memulai Bisnis Make Up Artist

Kompas.com, 11 November 2023, 19:15 WIB
Nur Wahyu Pratama,
Bestari Kumala Dewi

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Bisnis Make Up Artist (MUA) bisa dibilang merupakan salah satu bisnis yang menjanjikan.

Kamu tak memerlukan toko atau tempat khusus untuk merintis bisnis ini dan bisa melakukannya kapan saja, bahkan saat masih sekolah sekali pun.

Hal inilah yang dilakukan Febrianto alias Febri, yang memulai usaha MUA saat masih duduk di bangku kuliah.

Febri mengaku, sudah tertarik dengan bidang ini sejak masih di Sekolah Dasar (SD). Hingga akhirnya, pada tahun 2020 Febri mampu membangun usaha dan membuat brand-nya sendiri dengan nama Hastina Weeding.

Baca juga: Simak 4 Rahasia Sukses Berbisnis Kopi Kemasan dari Brand Lelet Cangkir Jateng

“Saya tertarik masuk dunia make-up sejak Sekolah Dasar (SD). Hal ini karena saat itu di tempat saya, Rembang, ada suatu kesenian yang bernama Ketoprak, yaitu sebuah drama Jawa,” kata Febri (24) saat dihubungi Kompas.com beberapa waktu lalu.

Hingga saat ini, Febri telah mampu memberdayakan 20 orang temannya, mulai dari teman Sekolah Menengah Atas (SMA) hingga teman kuliah.

Bagi kamu yang ingin memulai bisnis MUA, Febri membagikan 4 tips sukses menjalankan bisnis MUA.

Baca juga: 3 Tips Sukses Memulai Bisnis Bagi Wirausaha Penyandang Disabilitas

1. Ikuti Event dan Perlombaan Bergengsi

Setelah kamu memiliki minat dan mempunyai brand MUA sendiri, kamu harus mempromosikan usaha ini dengan cara mengikuti berbagai event dan juga lomba yang bergengsi.

“Ajang bergengsi jadi promosi yang tepat untuk menaikkan nama usaha kita. Ikuti saja semua lomba make-up yang ada,” ungkap Febri.

2. Perbanyak Membaca dan Ikuti Tren

Sebagai pengusaha, khsusunya di bidang Make Up Artist (MUA), kamu harus memperbanyak membaca mengenai tren yang sedang berkembang di usaha ini.

"Selain membaca, kamu juga bisa sering-sering berbagi pengalaman dengan vendor MUA lain, sehingga kamu dapat lebih mengerti dunia wedding  yang sedang populer itu yang bagaimana," ujarnya.

Baca juga: Dari Kampus ke Lapak Usaha, Transformasi Mahasiswa Menjadi Wirausaha

3. Perbanyak Teman untuk Memperluas Relasi

Tips yang ketiga, yaitu kamu harus memperbanyak teman, sehingga akan memperluas relasi di dunia vendor wedding.

Relasi ini sangat membantu kamu untuk membuka peluang bisnis yang lebih besar. Dengan relasi, kamu bisa melakukan kerja sama dengan orang lain dan kamu juga bisa meningkatkan pengetahuan usaha ini dari rekan bisnismu.

Baca juga: Inovasi Fitur LazLive, Upaya Lazada Bantu Tingkatkan Penjualan UMKM

4. Pertahankan Kualitas

Salah satu cara tepat untuk memasarkan usaha di bidang MUA, yaitu dengan mempertahankan kualitas.

“Kalau kualitas kita baik, pasti pelanggan akan puas dan bahkan tetangga juga akan memberikan testimoni ke yang lain,” kata Febri.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Terkini Lainnya
'TKTD' untuk Wirausaha Disabilitas
"TKTD" untuk Wirausaha Disabilitas
Program
Dapat Bantuan Alat Modern, Perajin Patung dan Miniatur di Kota Malang Kebanjiran Pesanan
Dapat Bantuan Alat Modern, Perajin Patung dan Miniatur di Kota Malang Kebanjiran Pesanan
Program
LPDB Salurkan Pembiayaan ke KDKMP Sidomulyo Jember untuk Dukung Ekspor Kopi
LPDB Salurkan Pembiayaan ke KDKMP Sidomulyo Jember untuk Dukung Ekspor Kopi
Program
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Jagoan Lokal
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Training
Kementerian UMKM Fasilitasi Legalitas dan Pembiayaan kepada 1.000 Usaha Mikro di NTT
Kementerian UMKM Fasilitasi Legalitas dan Pembiayaan kepada 1.000 Usaha Mikro di NTT
Program
Pertamina Boyong 45 UMKM Binaan ke Trade Expo Indonesia 2025
Pertamina Boyong 45 UMKM Binaan ke Trade Expo Indonesia 2025
Program
Penjualan Stagnan, Puluhan UMKM di Kota Malang Dibekali Jurus Pemasaran Digital
Penjualan Stagnan, Puluhan UMKM di Kota Malang Dibekali Jurus Pemasaran Digital
Training
Tanpa Dirigen, Orkestra UMKM Hanya Riuh Tanpa Irama
Tanpa Dirigen, Orkestra UMKM Hanya Riuh Tanpa Irama
Program
Pedagang Mengeluh Soal QRIS, Diskopindag Kota Malang Akui Tak Bisa Paksa
Pedagang Mengeluh Soal QRIS, Diskopindag Kota Malang Akui Tak Bisa Paksa
Program
Indonesia Eximbank Luncurkan Buku Strategi Ekspor Jawa Tengah
Indonesia Eximbank Luncurkan Buku Strategi Ekspor Jawa Tengah
Program
Produk Sambel Uleg Hingga Pot Tanaman dari Jawa Timur Tembus Pasar Global
Produk Sambel Uleg Hingga Pot Tanaman dari Jawa Timur Tembus Pasar Global
Program
BRI Rampungkan Pelatihan bagi Pengelola 100 Desa BRILiaN
BRI Rampungkan Pelatihan bagi Pengelola 100 Desa BRILiaN
Program
BRI Peduli Bantu UMKM Raih Sertifikasi Halal
BRI Peduli Bantu UMKM Raih Sertifikasi Halal
Program
Jelang Perayaan Hari Kemerdekaan RI, Perajin Lampion di Kota Malang Kebanjiran Order
Jelang Perayaan Hari Kemerdekaan RI, Perajin Lampion di Kota Malang Kebanjiran Order
Jagoan Lokal
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau